Plantungan – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Plantungan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan melalui kegiatan perawatan tanaman singkong yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama jajaran pegawai Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 April 2026 ini bertempat di lahan perkebunan Lapasda Plantungan.
Sejak pagi hari, WBP bersama pegawai Binadik tampak antusias mengikuti setiap tahapan perawatan tanaman singkong. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan gulma di sekitar tanaman, penggemburan tanah agar sirkulasi udara dalam tanah tetap terjaga, serta pemberian pupuk guna menunjang pertumbuhan singkong agar lebih optimal dan produktif. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara rutin dilaksanakan oleh Lapasda Plantungan sebagai bentuk implementasi pembinaan berbasis keterampilan kerja.
Selain memberikan aktivitas positif bagi WBP, program ini juga bertujuan untuk membekali mereka dengan kemampuan praktis di bidang pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kepala Lapas Plantungan, Bapak Suharno, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam membina WBP agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas.
“Perawatan tanaman singkong ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi WBP untuk mengenal proses budidaya tanaman dari awal hingga panen. Kami berharap keterampilan ini dapat dimanfaatkan sebagai bekal usaha mandiri di masa depan,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan menjadi salah satu fokus utama yang terus dikembangkan. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal, hasil pertanian tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat jelas antara WBP dan pegawai. Interaksi yang terjalin secara positif ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang menekankan pentingnya kerja sama, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Melalui kegiatan perawatan singkong ini, Lapasda Plantungan kembali menegaskan perannya sebagai institusi pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga berfokus pada pemberdayaan WBP. Diharapkan, program seperti ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata, baik bagi WBP maupun dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.








