Viral Statement Mentri Desa Yandri Susanto : Kalau Kopdes Jalan, Alfamart dan Indomaret Harus Stop “Sudah Terlalu Kaya”

NASIONAL |- Kementerian Koperasi (Kemenkop) meminta gerai ritel modern seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. Alfamart dan Indomaret untuk tidak menambah jumlah gerai baru di wilayah desa.

 

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan langkah ini dilakukan agar Koperasi Desa (Kopdes) dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.

 

Ferry, terdapat perbedaan mendasar antara ritel modern dan koperasi desa, terutama dari sisi perputaran ekonomi.

 

Ia juga menilai, keuntungan ritel modern yang beroperasi di desa cenderung mengalir ke pemegang saham di kota besar, sementara koperasi memungkinkan uang yang dibelanjakan masyarakat kembali menjadi keuntungan bagi warga desa.

 

“Saya pernah ketemu dengan pemilik retail modern, saya bilang stop bikin retail modern di desa. Biarkan di desa itu koperasi desa yang jualan retail barang-barangnya,” kata Ferry dalam kanal YouTube IDN Times, dikutip Sabtu 21 Februari 2026.

 

Ferry juga telah menyampaikan langsung kepada pelaku ritel modern agar tidak memperluas jaringan ke desa. Ia juga mendorong koperasi desa menjadi pelaku utama dalam penjualan barang kebutuhan sehari-hari. Adapun produk yang belum dapat diproduksi koperasi masih bisa dipasok oleh peritel modern.

 

Di sisi lain, Ferry juga menantang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah untuk mulai memproduksi kebutuhan rumah tangga seperti sabun, sampo, deterjen, kecap, saus, hingga sambal. Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan ekosistem pendukung, termasuk kurasi dan pembiayaan, agar generasi muda dapat membentuk koperasi produktif.

 

Target Pembangunan 80 Ribu Kopdes Merah Putih

 

Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa mayoritas atau lebih dari 60.000 bangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih akan dibangun dengan desain tunggal. Sementara sekitar 20.000 unit lainnya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa.

 

Strategi tersebut diterapkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur fisik Kopdes Merah Putih. Ferry menargetkan setiap koperasi dapat dibangun dalam waktu tiga bulan agar mulai beroperasi pada Maret–April 2026.

 

“Setelah kami memulai konstruksi pada tanah dengan standar yang ideal, kami baru akan membangun bangunan fisik sesuai dengan kondisi geografis dan karakter masing-masing desa,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR.

 

standar lahan ideal untuk pembangunan Kopdes Merah Putih minimal seluas 1.000 meter persegi dan berada di titik strategis desa. Tahun ini, sebanyak 25.000 unit Kopdes Merah Putih mulai dibangun dan ditargetkan meningkat menjadi 60.000 unit pada bulan berikutnya.

 

Pemerintah juga telah memetakan desa-desa yang tidak dapat menggunakan desain tunggal dari PT Agrinas Pangan Nusantara, sehingga pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi setempat.

 

Ditempat yang sama, Yandri Susanto Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia melontarkan stadmen yang mengejutkan.

 

Yandri Susanto mengatakan setuju kalau *Kopdes* itu sudah berjalan sejatinya Alfamart dan Indomaret di stop, Saya kira pemerintah juga harus berpihak pak.

 

“Buat apa kita membangun Kopdes *Koperasi Desa* tapi Alfamart dan Indomaret atau sejenisnya merajalela itu artinya tidak apple Tuo apple sebenarnya,”Ungkapnya Saat Rapat

 

Ia juga mengatakan bahwa mereka sudah sangat besar dan sudah sangat monopolis selama ini, ya tentu akan menjadi ancaman bagi Kopdes*Koperasi Desa*.

 

“Ketika koperasi desa sudah berjalan saya kira Alfamart dan Indomaret cukup sampai disitu karena sudah memiliki 20.000 ribu lebih dan sangat luar biasa tuh merajalelanya dia lagi..dia lagi, Kekayaannya juga sudah terlalu menurut saya di Republik Ini” Pungkasnya. (*/David Nababan)